Memberi sampai (Tidak) Sakit

as-god-loves-a-cheerful-giver-so-he-also-loves-a-cheerful-taker-who-takes-hold-of-his-gifts-with-a-quote-1

Pemberian milik paling berharga ditandai dengan rasa sakit. Semakin berharga milikmu, semakin sakit kamu menyerahkannya.

Tetapi Allah tidak menyukai pemberian jenis ini.

Memang, kasih membutuhkan pengorbanan. Allah menunjukkan kasihNya dengan berkorban, begitu juga dengan kita. Tetapi pengorbanan tertinggi dan terbaik adalah korban tanpa rasa sakit.

2 Korintus 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Tidak ada seorang pun yang mau menerima pemberian seseorang yang tidak rela memberikannya. Sejujurnya, pemberian seseorang akan semakin berharga ketika orang yang kamu kasihi memberikan hal yang paling berharga dalam hidupnya – dengan sukacita.

Seringkali kita menyangka Abraham memberikan anaknya dengan rasa sakit; atau Yesus berjalan ke bukit Golgota, menyerahkan nyawaNya dengan rasa sakit. Namun kebenarannya adalah Abraham dan Yesus menyerahkan korban dengan sukacita.

Bagi Abraham, Ishak sudah mati sebelum dia sampai di gunung Moria. Bagi Yesus, diriNya sudah mati sebelum Dia sampai ke bukit Kalvari. Pergumulan Yesus diselesaikanNya di taman Getsemani. Rasa sakitNya dilepaskanNya di taman itu, dalam doa. Ketika Dia tau bahwa cawanNya tidak dapat berlalu, di situlah Dia mati.

Mayat tidak akan pernah merasakan sakit lagi.

Pemberian sampai sakit hanyalah awal. Puncak tertinggi dari korban yang berkenan adalah korban tanpa rasa sakit. Korban yang berkenan adalah korban yang mati. Darah korban harus tercurah sampai habis di atas mezbah.

Memberi sampai tidak sakit haruslah menjadi tujuanmu. Selesaikanlah rasa sakitmu dalam kamar doamu. Matikan dagingmu dalam doamu. Kamu harus mati atas uang, keluarga, masa depanmu – atas dirimu sendiri.

Sampai di titik kamu mati, di titik itulah kamu memberi dengan sukacita – sebuah korban yang berkenan bagi Allah.

Related Articles

Jadilah Tenang

Terkadang, bukan badainya yang perlu dihardik. Tuhan Yesus tidak perlu berdiri di atas perahu kehidupanmu dan menenangkan badai masalahmu; tetapi kamulah yang perlu berlutut dan berseru kepada jiwamu, Tenanglah!

Unmasking Me

Topeng adalah orang yang melakukan firman bukan untuk Tuhan dan dirinya sendiri, tetapi hanya untuk dilihat orang. Topeng adalah sisi lain dirimu yg melakukan firman di depan manusia, berusaha untuk menambal luka-luka di wajahmu, membuat riasan tebal yang menutupi lukamu, namun tidak mengobatinya.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New Report

Close