Mamon itu Mengikat

Satu-satunya rival yang disejajarkan Yesus dengan DiriNya dalam hal merebut hati manusia adalah mamon.

Akar segala kejahatan adalah cinta mamon (uang/harta). Kamu tidak dapat mengabdi kepada Tuhan dan sekaligus mamon. Orang kaya sukar masuk ke dalam Kerajaan Sorga karena hatinya terikat mamon, dan masih banyak lagi perikop tentang betapa mamon adalah sesuatu yang mengikat.

2652011_M

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mamon memang memiliki kuasa untuk mengikat manusia. Tetapi manusia diberi otoritas untuk menguasai mamon.

Firman Tuhan berkata, ‘ikatlah persahabatan dengan menggunakan mamon’. Maka bijaksanalah menggunakan mamon.

Menguasai mamon dapat membuatmu mengikat manusia. Itu sebabnya firman Tuhan berkata, ‘barangsiapa berhutang, ia menjadi hamba yang memiutangi.’ Secara sadar maupun tidak, kita pun seringkali mengikat orang atau diikat oleh seseorang melalui mamon.

Ada hamba Tuhan yang terikat dengan sebuah pelayanan karena penghidupannya berasal dari pelayanan itu. Ada orang yang pacaran atau menikah dengan terpaksa karena merasa berhutang dengan orang yang menolongnya. Ada yang terjebak dalam komunitas yang salah karena berhutang sesuatu dengan orang-orang di dalamnya. Ada yang terjebak dalam dosa, terikat dan sulit keluar dari sana, bukan karena tidak mau, tetapi tidak mampu melepaskan diri dari mamon yang mengikatnya.

Solusinya?

Hidup bergantung sama Tuhan. Lepaskan dirimu dari mamon meskipun nyawamu taruhannya. Biarkan Tuhan yang menjadi Tuanmu. Jangan biarkan satu manusia pun menggunakan mamon untuk mengikatmu.

Berikan dirimu menjadi budak cintanya Tuhan.

Related Articles

Love is The Powerful Magic

Jika kamu pernah menonton atau membaca kisah Sleeping Beauty (Putri Tidur), Beauty and the Beast, Pinokio, Rapunzel dan beberapa dongeng pengantar tidur lainnya, mungkin kamu akan sepakat……Kutukan atau sihir sekuat apapun dapat dipatahkan dengan ciuman cinta sejati.

Jadilah Tenang

Terkadang, bukan badainya yang perlu dihardik. Tuhan Yesus tidak perlu berdiri di atas perahu kehidupanmu dan menenangkan badai masalahmu; tetapi kamulah yang perlu berlutut dan berseru kepada jiwamu, Tenanglah!

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New Report

Close