Jadilah Tenang

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

1 Petrus 4: 7

Kamu harus, pertama-tama, menguasai dirimu – dan kemudian jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa! Daud berkali-kali ketika dalam masalah yang hampir merenggut nyawanya, dia mengatakan kepada jiwanya, “Tenanglah, jiwaku!”.

Terkadang, bukan badainya yang perlu dihardik. Tuhan Yesus tidak perlu berdiri di atas perahu kehidupanmu dan menenangkan badai masalahmu; tetapi kamulah yang perlu berlutut dan berseru kepada jiwamu, Tenanglah!

Suatu kali Tuhan Yesus berjalan di atas air menuju ke arah murid-muridNya yang saat itu sendirian di atas kapal berjuang melawan badai. Karena mereka penuh dengan ketakutan, panik, mereka tidak bisa melihat Tuhan, dan berpikir bahwa Dia adalah hantu.

Sampai akhirnya Tuhan Yesus berseru, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut.” (Matius 14 : 27)

Hanya dengan ketenangan hati, maka kamu bisa berdoa.
Hanya dengan ketenangan hati, kamu bisa melihat Dia, yang melihat kamu.
Hanya dengan ketenangan hati, kamu dapat mendengar suaraNya, yang mendengar suaramu.

Kamu perlu mengerti, bahwa bukan suara Hagar yang didengar Tuhan, tetapi anaknya, Ismael. Hagar panik, takut, dan membuang Ismael jauh-jauh sambil menangis di hadapan Tuhan. Tetapi Tuhan berkata, “…janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu, dari tempat ia berbaring.” Suara Ismael yang hampir mati mungkin sangat kecil, tetapi dikatakan dalam ketenangan, dari tempatnya berbaring, dan Tuhan mendengarnya dengan jelas.

Kamu mungkin tidak sedang berada di titik kesudahan hidupmu seperti Ismael, tetapi sejak 2000 tahun yang lalu firman berkata bahwa kesudahan segala sesuatu (bukan hanya hidupmu) sudah dekat. Setelahnya ada banyak penganiayaan orang Kristen, bencana alam, wabah penyakit black death, perang dunia 1 dan 2, krisis moneter, peristiwa ISIS, bahkan hingga sekarang wabah Corona; firman Tuhan tetap berkata hal yang sama.

Jika 2000 tahun lalu Tuhan berkata bahwa kesudahan segala sesuatu sudah dekat, bukankah itu artinya bahwa kapan saja di masa ini dapat menjadi kesudahan segala sesuatu? Di masa inilah kita benar-benar membutuhkan penguasaan diri. Inilah waktunya setiap orang percaya tenang, berdiam diri, membiarkan Tuhan berbicara di tengah kebisingan dunia.

Mulai sekarang, pilihlah mana yang ingin telingamu dengar. Suara dunia atau Tuhan. Suara badai hidupmu, atau Tuhan. Masalah pasti ada, wabah penyakit selalu datang dan pergi, tetapi kamu punya Tuhan yang mengatasi segala sesuatu. Inilah waktunya kamu beristirahat di dalam Dia. Kamu tidak perlu menunggu mati untuk bisa mendapatkan “rest in peace”, tetapi saat ini pun kamu bisa beristirahat dalam kedamaian bersama Tuhan. Jadi, belajarlah berkata seperti Daud,

“Kembalilah tenang hai Jiwaku…”

Related Articles

Unmasking Me

Topeng adalah orang yang melakukan firman bukan untuk Tuhan dan dirinya sendiri, tetapi hanya untuk dilihat orang. Topeng adalah sisi lain dirimu yg melakukan firman di depan manusia, berusaha untuk menambal luka-luka di wajahmu, membuat riasan tebal yang menutupi lukamu, namun tidak mengobatinya.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New Report

Close